The Criminalization of Banking Business Risks: A Review of the Business Judgment Rule in Light of Supreme Court Decision No. 8506 K/Pid.Sus/2025

Authors

  • Bongot Tua Sinaga Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
  • Ida Nadirah Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.59890/ijla.v4i2.204

Keywords:

Banking Crimes, Business Risk, Business Judgment Rule, Prudence Principle, Criminalization

Abstract

This study examines the phenomenon of the criminalization of bank management decisions resulting from law enforcement’s failure to distinguish between business risks (breach of contract) and banking crimes. The principle of prudence is often interpreted broadly, so that financial losses resulting from non-performing loans are easily drawn into the criminal realm, as reflected in Supreme Court Cassation Decision No. 8506 K/Pid.Sus/2025, which overturned an acquittal (onslag). Using a normative legal research method with legislative, conceptual, and case-based approaches, this study analyzes the parameters of criminal liability through the lens of the theory of legal certainty, the Business Judgment Rule (BJR), and the principle of ultimum remedium. The research findings indicate that credit defaults constitute a civil-law business risk.

References

Adji, I. S. (2009). Korupsi dan penegakan hukum. Diadit media.

Arief, B. N. (2003). Kapita Selekta Hukum Pidana, Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.

Aritonang, D. M. (2021). Kompleksitas Penegakan Hukum Administrasi dan Pidana di Indonesia. Jurnal Legislasi Indonesia, 18(1), 45–58.

Hakim, L. (2019). Implementasi Teori Dualistis Hukum Pidana Di Dalam Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP). Krtha Bhayangkara, 13(1), 1–16.

Harahap, M. Y. (1997). Beberapa tinjauan mengenai sistem peradilan dan penyelesaian sengketa. PT. Citra Aditya Bakti.

Ibrahim, J. (2008). Teori Dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif. Bayumedia.

Mahmud Marzuki, P. (2005). Penelitian hukum. Kencana Prenada Media.

Mallarangeng, A. B., & Ali, I. (2023). Pembuktian unsur niat dikaitkan dengan unsur mens rea dalam tindak pidana korupsi. Legal Journal of Law, 2(2), 11–24.

Muladi, A., & Nawawi, B. (1998). Teori-teori dan kebijakan Pidana. Alumni.

Nadirah, I. (2018). Perlindungan Hukum Terhadap Kreditor Dalam Pelaksanaan Perdamaian Kepailitan. Universitas Sumatera Utara.

Nadirah, I. (2026). ANALYSIS OF BANKRUPTCY LAW REFORM IN SEVERAL ASEAN COUNTRIES. Proceeding International Seminar of Islamic Studies, 1100–1107.

Purwogandi, B. (2023). Rekonstruksi regulasi penegakan hukum dalam upaya penanggulangan tindak pidana perbankan yang berkeadilan. Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Radbruch, G. (1932). Legal philosophy.

Ritonga, S., & Nadirah, I. (2022). Penyelesaian sengketa wanprestasi oleh travel umroh Atas jamaah haji furoda/umroh di indonesia. Jurnal Moralita: Jurnal Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 3(2), 63–74.

Sjahdeini, S. R. (2007). Pertanggungjawaban Pidana Korporasi,. Grafiti Pers.

Soekanto, S. (2006). Pengantar penelitian hukum. Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press).

Soerjono, S., & Mamudji, S. (1995). Penelitian Hukum Normatif suatu tinjauan singkat. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Subekti, R. (2007). Hukum Pembuktian. In Pradnya Paramita. Pradnya Paramita.

Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 1998 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan (1998). https://peraturan.bpk.go.id/Details/45486/uu-no-10-tahun-1998.

Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 Tentang Pengembangan Dan Penguatan Sektor Keuangan (2023). https://peraturan.bpk.go.id/Details/240203/uu-no-4-tahun-2023.

Zen, A. P. M. (2021). Perlindungan Pihak Ketiga Yang Beritikad Baik. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Downloads

Published

2026-05-30

Issue

Section

Articles